because music, i love you

Status anda telah di perbarui.
Timeline anda telah di update.
Pink, pink, pink.
"hwaaaaa!!!!!!!!" lama lama bisa frustasi nih gue!, udah 1 bulan terakhir gue sebarin di facebook, twitter, bahkan gue tanya sama temen temen BBM gue, tapi mengapa, mengapa?.
#lebay mode on
padahal gue udah tanya ke mantan mantan gue yang udah se gudang.
#aduh, tau arti cinta aja kagak, gimana bisa punya pacar, punya setengah aja enggak.
Tolong! Gue butuh orang yang bisa ngajarin gue ngeremix lagu!.
"aduh pj!, kenapa sih kamu?! Kertas pececeran, laptop ditinggal di meja, BB kamu aku calling nggak diangkat angkat!" kata kata itu menghempaskan aku dari
lamunanku.
"angel!!!!!, hu hu hu, aku butuh orang yang bisa ngajarin aku nge remix lagu!!!!!, hwa, hwa, hwa" kuperkirakan cicak yang baru makan kodok bisa masuk ke mulutku tanpa harus ke tempat fitnes.
"ya tuhan, PJ!, cuma itu doang?!, kirain apaan!"
"hwa!!!!!, kenapa sih loe malah marahin gue!, hwa!!!!!"
kayaknya diameternya tambah 2,75 cm.
"aduh, udah deh PJ, oke aku bakalan minta temenku ngajarin loe ngeremix lagu"
"angel, kenapa loe nggak bilang sama gue kalo elo punya temen yang bisa ngeremix lagu?!"
"aduh PJ, dia nggak bisa ngeremix
tapi otaknya encer kalo masalah aplikasi aplikasi yang baru dia peajarin"
ok gue bisa tenang
"hwa!, maasih angel, you're realy my angel!"
"ia ia! Udah."

-------------------
dan disinilah gue sekarang, duduk ngeiatin laptop di samping cowok so cooooooollllllllllll.......,
mata gue sih liat yang di ajarin tapi pikiran gue, melayang kemana mana.
"PJ! Udah 5 kali aku ngulangin, angan nglamun terus dong, kalo kaya gini gue berhenti ah ngajarin loe nge remix lagu"
"eh iya, iya maaf, tapi please jangan berhenti, gue pingin ngeremix lagu"
"ya udah mangkanya serius" sayangnya, dia dingin.

--------
"gimana?, udah bisa?"
"ah?, dikit, tapi makasih ya!"
"ok. Huft untung aja aku masih sabar ngajarin orang yang kerjaanya ngelamun terus"
"apa!, daripada zombie, kemana mana matanya merem terus"
"gue sipit PJ"
"oh. Ohya goes yuk, udah lama gue enggak naik sepeda"
"PJ loe ngledek gue ya?!"
welk, ejekku mejulurkan lidah, aduh, mukaku di siram pake air.
"RAFAEL JAIL!"kataku sambil ngejar dia.
Perasaan gue udah lari cepet deh
tapi kenapa nggak kekejar sih?.
"auw!," gue jatuh karena kesandung lubang kecil
"PJ!, loe nggak pa pa"
"auw, gue nggak pa pa, tapi.." gue ngelus mata kaki gue yang bengkak.
Aduh, ini bisa di pause bentaaar aja?. Gila!, rafael ngebopong gue.
Gue cuma bisa diam beribu kalimat #kalo beribu kata masih terlalu sedikit ya nyonya nyonya dan tuan tuan.

-------
"loe sih, lari nggak liat jalan"
"so, sorry" gue spechles, tapi bukan karena malu, melainkan
karena muka gue merah liat rafael ngobatin kaki gue
#emang ada bedanya ya adek adek?.
Rafael liat muka gue yang merah, matih gue
"kenapa muka lo merah?"
"egh, enggak, gue nggak..."
"loe suka ya sama gue ya...?" ucapnya dengan nada ngerayu
"e, eng, anu,itu"
wajah rafael makin dekat sama wajah gue, makin deket, matanya natap mata gue, begitupun sebaliknya, kayaknya udah deket banget, sampek gue bisa ngerasain nafasnya, gue merem. Dan....,
"booo!, hahaha april moob"
"what!" gue cuma bisa melongo.
"hahaha, gue tuh ngejain loe" welk.
"rafael jahat!"
"hehehe, maaf, tadi gue ngerjain loe karena,......"

------
aaaa!!!! Gue telat, gue cepet cepet ngeberhentiin taksi, dan pergi ke dinnesto cafe.
-------
"PJ, loe terlambat lagi!" ucap cowok yang ngajak diner gue
"ya maaf raf, kamu kan tau sendiri aku kayak gimana"
yah dialah orangnya, rafael L. T.
Cowok tang pernah ngajarin gue ngeremix lagu 2 bulan lalu, sekarang ngajarin gue tentang cinta, nggak tau kenapa ternyata dia udah merhatiin gue jauh sebelum gue kenal sama dia

*FLASHBACK*
"hehehe, maaf, tadi gue ngerjain loe karena...., karena gue mau tau apa loe suka sama gue, soalnya gue juga suka sama loe"
what, someone in there cubit gue, ini mimpi ya kayaknya, AUW!
"rafael sakit kenapa loe nyubit gue"
"abisnya loe ngelamun sih"
"maaf"
"jadi gimana?, loe beneran nggak suka sama gue, ya udah kalo gitu, aku mau pergi"
ucapnya sambil berjalan pergi
"rafa tunggu!, AUW!"
gue jatuh gara gara kaki gue yang keseleo, dan rafa udah keluar dari kamar gue sebelum gue teriak tadi
"ah! Kenapa sih loe pergi!, gue cuma mau ngomon kalo gue juga suka sama loe!"
brak, pintu kamar gue kebuka, eh salah, kebanting ke samping.
"ye! Makasih PJ udah nerima gue"
sialan jadi dia di balik pintu, tapi badan gue kerasa nyaman waktu dia meluk gue
"au sakit rafa" ucapku karena rafa nyenggol kakiku yang sakit sambil memanyunkan bibir, tapi gue ngerasa bibir gue hangat saat bibir kami bersentuhan. Rafa nyium gue.
"girl, i love you"

------
"kamu belum jawab kataku waktu itu" ucapnya manyun
"yang mana?" gue bingung
"waktu aku bilang 'girl i love you' itu"
"ok, aku jawab sekarang. Remix musik i miss you"
"kok remix musik" ucapnya manyun (lagi!)
"soalnya gara gara remix music, kitajadi ada di sini" ucapku sambil memeluknya

-------------end---------------

 

soft war in my love #2 (end)


Coffe cafe
taemin in:
"udah lama nunggu?" tanya onew yang baru duduk di depanku
"enggak, gue juga baru dateng"
"mbak coffelate 1!" teriaknya pada pelayan
"oh iya loe mau ngomong apa?, biasanya loe yang ke rumah gue"
"sorry, gue agak canggung kalo ngomongin ini di rumah loe"
"jangan jangan tenteang Iu?" tanyanya asal tapi tepat sasaran
"em,.."
"jangan jangan loe mau nyuruh gue mundur dari perang ini, sorry taem gue nggak bisa, gue ngga.."
"lee jinki dengerin dulu!"
"aish... Nama ku onew titik!"
"ok, pertama, gue nggak nyuruh loe mundur dari perang ini, kedua, gue yang mungkin bakalan mundur dari perang ini"
"maksud loe" onew sedikit kaget mendengarnya, dia tau aku bukan orang yang mudah menyerah, apalagi masalah Iu.
Gue nyodorin amplop coklat kepadanya
"itu tes kesehatan gue kemarin, gue takut nerusin ini, gue takut, gue sama Iu malah masuk lebh dalam dan main sakit kalo gue tiba tiba mati." onew hanya bisa tercangang melihatku.

Onew in:
taem, taemin kena kanker otak stadium akhir, tapi, tapi kenapa dia nggak pernah nunjukin ke gue, kenapa dia selalu ceria saat bareng gue dan semua orang, kenapa dia yang harusnya butuh semangat, malah harus ngasih semangat ke gue dan yang lainya. Temen macem apa gue!, nggak tau kondisi sahabat gue sendiri
"taem, i, ini beneran?, loe ke, kena kanker otak?"
"stadium akhir" tambahnya tanpa raut wajah sama sekal
"tapi...."
"gue sengaja nyembunyiin ini, gue cuma mau ngejalanin sisa hidup gue layaknya remaja yang lain, bukan sebagai penderita kanker, jadi gue minta loe ngejagain Iu"
"sorry gue nggak bisa"
dia hanya liat gue dengan maksud -kenapa-
"tadi siang, yuri dateng ke rumah gue, dan Iu salah sangka"
"oh..., gue tau maksud loe, yuri kumat lagi kan." ujarnya sambil sedikit ngledek gue, nih bocah, bisa bisanya kayak gitu saat dia tau kalo dia kena kanker, salut gue.
*FLASHBACK*
6 bulan yang lalu
"yuri kita putus, gue nggak tahan liat loe yang childist tiap hari"
"WHAT!, nggak gue nggak mau putus"
"terserah, yang penting loe bukan lagi pacar gue!"
sejak saat itu yuri selalu ganggu gue, dan tadi pagi udah ke-152 kali gue bilang 'KITA PUTUS' ke yuri
*END FLASHBACK*
"tenang aja, gue bakalan jelasin ke Iu" what!, gue bingung, nggak biasanya dia bantu gue, secara gue sama dia kan lagi perang dapetin cintanya Iu.
"loe bercanda?" tanyaku heran
"nggak gue ngga bercanda, gue nggak mau ngasih harapan berlebih ke Iu, gue takut dia sakit, dna gue yakin dia bakalan lebih bahagia sama loe" gila! Nih anak bisa bisanya ngomong kayak gitu
"loe siapa?!, loe bukan taemin. Taemin yang gue kenal itu nggak mudah putus asa!, loe bilang loe mau ngejalanin sisa hidup loe kayak remaja lain!, tapi kenapa sekarang loe bersikap kayak pasien ha!" bentakku sambil menarik kerahnya
"maaf tuan, ini pesananya" ucap pelayan yang naruh pesanan gue
"sorry, tapi..."
"tapi apa, loe mau nyerah gitu aja?!, loe mau nyerah ngedapatin cinta pertama loe?! Ha!!"
"tapi gue takut, gue takut liat Iu menderita gara gara gue"
"GR banget loe, kalaupun dia nagis gara gara loe, di sini ada gue yang siap nemenin dia, so?!, loe mau nyerah gitu aja?!"
"ok!, gue bakal berusaha, gue masuk perang ini lagi"
"nah itu baru taemin yang gue kenal"
"jinki, taemin" sapa orang yang baru datang
"nama gue onew! Titik!"
"apa?" jawab kami hampir bersamaan
"Iu!" nah kalo yang ini emang bareng

Coffe cafe:
Iu in:
"kenapa sih kalian kaget gitu?"
"sejak kapan kamu di sini?" aish... Ngapain sih nih orang pake yang jawab
"aku baru dateng" jawabku cuek
"em, Iu ikut aku bentar yuk" ye! Diajak taemin ninggalin onew :p
#di lempari papan sama shawol#
"ada apa taem?"
"em, maaf sebelumnya, aku mau ngelurusin masalah kamu sama jinki"
"huft, jadi tuh orang ngjak kamu ke sini cuma buat curcol"
"enggak, bukan dia, aku yang ngajak dia ke sini"
"oh" aish... Ngapain sih taemin pake ngobrolin ttg tuh orang
"sebenarnya cewek yang kamu lihat tadi pagi itu bukan pacarnya jinki"
"boong" tapi hatiku kok malah seneng ya?
"enggak, kapan sih aku boongin kamu?"
"tiap hari" ujarku sambil mejulurkan lidahku, au!, eh dia malah narik idungku
"dia itu mantanya onew 6 bulan yang lalu, tapi dia tetep ngotot nggak mau putus dan terus nganggep onew sebagai pacarnya, tapi onew nggak nganggep yuri." beneran nggak sih ni, duh jantungku lunjak lunjak.
"benarkah" kataku sambil tersenyum
"ia" tapi kok jawabanya lirh ?, ya tuhan aku lupa kalo taemin juga suka sama aku!

Taemin in:
kenapa aku malah sedih, harusnyakan aku malah seneng karena Iu udah nggak salah faham lagi sama onew.
"mending kamu samperin onew deh, aku mau pulang dulu, kasian kak yoona sendirian di rumah, da......,"
hatiku hancur bersamaan kepergianku, tapi aku harus kuat.

Onew in:
"Iu aku minta maaf waktu kejadian tadi siang" ucapku bersalah
"ia, taemin udah jelasin tadi" ucapnya sambil tersenyum. Terimakasih taemin, kamu sudah membantuku, tapi.
"onew, aku juga suka sama kamu"
apa!, kenapa baru sekarang?
"terima kasih" ucapku lesu
"maaf Iu, aku harus pulang badanku masih agak demam"
"oh...," ucapnya muram, maaf I.

Rumah Iu
Iu in:
"maaf taemin, kita bisa ketemu di taman?"
"ok aku tunggu jam 9 ya"
"ok makasih"
aku harus jelasin ke taemin kalo aku udah milih onew.

Taman kota
aduh udah jam 10, kenapa sih seoul harus macet?
Ah!, itu taemin
"taem, ahh!!!"
" serahkan hartamu!"

taemin in:
"Iu!!!!!" kulihat 4 orang menyergap Iu. Sontak aku langsung berlari ke sana dan menghajar mereka, selang 10 menit ke-3 preman itu sudah tepar tapi, tubuhku membeku karena preman yang tersisa itu menodongkan pistolnya pada Iu.
"Iu!!!!"

Taman kota
Iu in:
krek, dsing, dor. Kudengar suara peluru dan taemin yang meneriakiku
jleb. Tubuhku kaget, tapi tidak sakit, kubuka mataku. ONEW!
"onew! Onew!" aku sontak menellfon rumahsakit terdekat.
"onew!"

taemin in:
b*****t, ku hajar tubuh preman itu habis habisan hingga dia pingsan ku tendang pistol yang ada di tanganya hingga terpental jauh.
"onew!"
aku langsung lari ke onew yang di pangku Iu
"sorry taem, aku tak bisa menepati permintaanm.."
"ONEW!"
dan suara sirine berbunyi nyaring

depan ruang UGD
Iu in:
tuhan lindungilah onew, aku sayang padanya tuhan, aku mecintainya, tolong jangan hancurkan cinta pertamaku.
Sudah setengah jam aku menunggu di depan ruang UGD, tapi dokter belum juga keluar.
"tenang Iu, onew pasti selamat, dia nggak mungkin ngebiarin cewek yang dicintainya nangis kayak gini" baiklah, ku coba untuk tenang
seet..., pintu otomatis ugd terbuka,sontak aku dan taemin berdiri
"bagaimana dokter?!" ucapku langsung

tempat yang indah
taemin in:
kesejukan alam terasa di kulitku, tapi hatiku hancur melihat semua ini, otakku sudah menunjukkan gejala sejak tadi, orang oranng berbaju hitam juga mulai berjalan pulang.
"onew, kamu tenang di sana ya, aku senang kalo kamu senang, jadi jangan buat aku menangis lagi ya?" kata kata Iu memperjelas jarak antara dunia kami dan onew. Tuhan, bolehkah aku bertahan untuk sebentar saja, aku tak ingin Iu tau tentang kanker ini. Tetesan darah mulai membasahi rumput hijau sekitarku, kepalaku sudah ingin pecah, indahnyaalam di depanku mulai berombak, mulai kehilangan warna.
"taemin ayo, TAEMIN KAMU KENAPA?!"
suara kekhawatiran itu sudah mulai memudar, akhirnya semua menjadi gelap

esok harinya di tempat yang sama
Iu in:
belum cukup rupanya kau mengambil onew, sekarang taemin juga kau ambil, tapi itu semua kuasamu, bukan aku, ku ihlaskan semuanya, agar kedua orang yang kusayang bisa tenang di sana.
*FLASHBACK*
"maaf nona, kami tidak bisa melakukan apapun, keadaan taemin memang sudah parah, kanker otak stadium akhir sudah menggerogotianya sejak 4 bulan lalu, dan dia menolak untuk menjalani pengobatan" kata kata yang ringan itu membuat lututku lemas, kenapa, kenapa taemin juga?.
*END FLASHBACK*
sekarang kau adalah sahabat terbaiku, taemin. Dan kau adalah cinta terindahku, onew.

(don't you cry cry cry) notteme tto uljana
(geunyoga bye bye bye bye bye) modeun-ge kkeuchijana
(don't you cry cry cry)
-MBLAQ it's war-

-------------------------------------end-------------------------------------

soft war in my love #1


Moon park
taemin in:
deg... deg... deg...
Tuhkaaaann......, nih jantung emang nggak bisa di ajak kompromi ya?!, baru liat senyuman IU aja udah kayak gini, gimana seterusnya, hadeeehhh........
"taemin?, kenapa muka kamu tegang?"
"ah, ngga nggak, em, ini akku lagi mikirin,ee, perlombaan dance besok,aa, aku gugup aja sih..."
nih udah jantung nggak bisa di ajak kompromi, eh otak sama mulut juga ikut ikutan. Nah tuh kan iu maah ketawaain aku, bukanya marah eehhh! Aku malah salting.
"kamu tuh jadi keliatan cute tau', kalo lagi gelagapan" uarnya sambil menjewer pipiku #emang telinga, di jewer#.
"aish....! Iu aku tuh manly tau bukan cute" kataku sambil memanyunkan bibirku.
"biarin!, menurut aku kamu tuh keliatan cute"
nah lho sekarang paru paruku yang kembang kempis cepet.
"oh ya abis ini kita main apa?" aduh moga dia nggak tau kalo aku lagi ngelak.
"gimana kalo naik rolercoaster?" dan itulah jawaban yang enggak aku inginkan
"em.., ke cat island dulu aja yuk..."
bukanya di jawab, dia malah manyun. Aduh Iu kamu tuh tau banget kelemahanku
"iya deh, iya, kita naik rolercoaster"
"ye!, makasih taemin"
alhasil, aku dan Iu naik rolercoaster deh,
"10,9,8,7..." tuhan lindungilah aku.
"1"
"AAAA..........." belum juga gue teriak, nih kuping udah budeg duluan, nih cewek cewek belakang gue kayaknya membernya taman lawang deh,#emang di korea ada ya?, garuk garuk lantai# teriakanya kayak bapak bapak ngelahirin. Fuh untungnya udah selesai, tapi, duh kepalaku kok sakit lagi ya, jangan-jangan....
"taemin kamu nggak pa pa?"
"ah iya aku nggak pa pa"
"kita puang yuk, udah siang"
"ok".

IU in:
taemin kuat nyetir nggak ya?, aku liat dia agak kesakitan waktu tadi.
"Iu?, kamu nggak mau turun?" suara lembutnya bikin lamunanku buyar
"ah?"
"kamu mau turun apa enggak, udah nampek nih"
"oh ok, makasih ya udah mau ngaajak aku jalan jalan"
"ok sama-sama, aku pulang dulu a da......"
"taemin tunggu, titip surat ini buat yoona"
"ah, ok kak" aduh kenapa sih kakak suka banget sama kakaknya taemin, huft.....
"IU, kak minho, aku pulang dulu ya da....."
"makasih ya taemin" nah ni kenapa kak minho bisa jawab bareng sama aku?. Gubrak.
Aish....., kenapa sih kak minho suka banget ngirim kak yoona surat cinta, huft, padahal kan bisa di kirim lewat e-mail. Tapi untung juga sih, gara gara kak minho sering ngirim surat ke kak yoona, aku jadi kenal sama taemin. Kayaknya mau ujan nih, mending aku masuk dulu.

Di sebrang jalan
Onew in:
sialan si taemin, bisa bisanya dia jalan sama Iu, harusnya kan gue yang jalan sama dia hari ini, bukan dia. Liat aja besok!!.

kamar tidur yoona
yoona in:
urgh..... Punggungku sakit, pasti karena kemarin malem nulis balasan buat minho sampe malem. Jam berapa sih nih, oh jam 8, ha! Jam 8, berarti 1 jam lagi taemin lomba dong. Udah bangun belum ya tu anak.
"pagi kak...., ngelamun aja, pasti ngelamunin adikmu yang manly ini dan kak minho juga kan.....?!"
"aish....., buka pintu kamar orang tu ketok dulu, lagi pula ngapain ngelamunin kamu. 1 lagi kamu itu imut bukan manly"
"kak yoonnnaaaa......, aku tuh manly bukan imut, kenapa sih semua orang bilang aku imut, huft......."
elaknya sambil manyun, dan aku hanya bisa terkekeh.
"udah kakak mau mandi dulu, kamu keluar sana, siap siap buat nanti."
elakku sambil menjulurkan lidah. Bukanya di jawab malah dia calling orang, pasti Iu. Huft....

Ruang makan
taemin in:
"jadi kamu nanti bisa dateng kan?"
"ia jam 9, dateng ya....., oh ya jam 1 siang aku ajak kamu ketempat indah ke 10 buat bulan ini, gimana mau enggak"
"ok entar aku tunggu di taman kota, bangku yang biasanya, ok?"
"ok, bye"
untung aja Iu bisa dateng, jadi aku lebih semangat deh.

Rumah onew
onew in:
heh, nggak gue biarin Iu dateng ke lomba pemilihan cover dance suju, buat nyemangatin taemin, liat aja.
Calling Iu
"halo"
"oh hal,erg, halo Iu"
"onew kamu kenapa,kok suara kamu serak."
"ini, aku lagi demam, dan aku sendirian di rumah, erhg, kamu bisa ke sini enggak?"
"pinginya sih gitu, tapi hari ini taemin lomba, dan aku harus kesana"
"o...., tenang aja, aku nanti jelasin ke taemin, pasti nggak pa pa kok, kan aku ini sahabatnya"
"gimana ya?, ya udah deh aku kesana, tapi nanti kasih tau taemin ya, aku nggak enak ngomong sendiri ke taemin"
"ia tenang aja, makasih ya"
"sama-sama"
end call
heh, demi mendapat perhatian Iu, kemarin gue rela merendam di bath mandi dengan air dingin dari jam 9 malem sampai jam 6 pagi tadi. Hanya demi mendapat perhatian Iu. Bahkan gue rela ngak makan ayam goreng yang udah di siapin pembantuku sebelum ia aku suruh pulang dan kembali besok.
Oh iya
to:Iu
nanti kamu ambil kunci gerbang sama kunci pintu depan di kota pos samping gerbang aja

kirim sms.
Untung aja aku berhasil demam. setengah jam kemudian.
"ya ampun onew muka kamu pucet banget!"
"em?, ergh, aku nggak liat cermin tadi pagi, jadi aku nggak tau sepucet apa aku"
"aish..... Masih aja sempet bercanda, kamu udah breakfast?"
"belum"
"ya udah aku bikinin sarapan dulu, dan kamu beri tahu taemin ya" ucapnya sambil menutup pintu, bukan harusnya dia bilang 'kamu istirahat dulu' ini malah nyuruh ngasih tau taemin. Ya udah deh aku kasih tau, daripada persahabatan aku sam taemin rusak
to:taemin
taem, aku minta maaf aku sama Iu nggak bisa kesana, soalnya aku sakit dan aku minta tolong Iu jagain aku, soalnya nggak ada orang di rumah. Maaf ya
your best friend onew

kirim sms

make up room:
ring ding dong, ring ding dong, ringgi ding ding ding.
Ringtone hpku, 1 unread sms

from:onew
taem, aku minta maaf aku sama Iu nggak bisa kesana, soalnya aku sakit dan aku minta tolong Iu jagain aku, soalnya nggak ada orang di rumah. Maaf ya
your best friend onew

aish... Ngapain sih tuh anak bikin ulah lagi?. Huft, ya udah lah aku ngalah dulu.
"taemin giliran kamu" ucap salah satu crew
"ok".

1 jam setelahnya
rumah onew
onew in:
aku mau tidur tapi liat wajah iu yang duduk di sampingku yang terpejam bikin aku nggak mau buang kesempatan dengan tidur. Wajahnya makin dekan ke wajahku, 30cm,20cm,10cm,5cm, dan......
Kamar onew
onew in:
20 cm, 10 cm, 5 cm, dan yah....., kenapa dia malah bangun, huft, apdahal tinggal dikit lagi.
"eh, maaf onew, aku nggak sengaja" ucapnya dengan wajah bersalah.
"iya , nggak pa pa kok"
"ONEW!!, DASAR CEWEK GANJEN, KENAPA BERANI BERANI NGERAYU PACARKU!!!!" aduh, kenapa yuri pakek dateng ke sini sih. Alhasil, Iu melotot ke arahku.
"maaf ya mbak, saya nggak ngrayu pacar mbak, saya kesini karena dia yang minta. Ohya onew, kan pacar kamu udah datang, sekarang aku pulang dulu ya, da....." tuh kan dia marah, sampai ngggak ngasih aku kesempatan jelasin.
"onew baby, kamu......"
"APA!,KITA PUTUS!!"
yuri- 'o'

taman kota
taemin in:
udah jam 1 siang tapi kenapa Iu nggak dateng, biasanya dia dateng 15 menit sebelum aku.

Danau
Iu in:
hiks.., hiks.., hiks..,
kenapa onew?, kenapa kamu boongin aku.
*FLASHBACK*
cup, onew mencium dahiku, aku terlalu kaget dan mendorongnya
"maaf Iu, aku suka padamu, maafkan"
"maaf onew, aku tak bisa menjawabnya"
*END FLASHBACK*
hiks.., hiks..,
tapi kenapa aku nangis, aku harus kuat!. Kuhapus air mataku, tak sengaja kulihat arlojiku menunjukkan jam 4 sore, ya tuhan, janjuku sama taemin.

Taman kota
taemin in:
10 menit
20 menit
1 jam
2 jam
2 jam 30 menit
tes.., tes.., darah jatuh ke kado yang kubawa untuk Iu, kepalaku sakit, aduh kenapa sih harus di sini, ku lap darah dari hidungku. Aku pergi ke toilet terdekat untuk membersihkan darah di mukaku. Darahku baru berhenti setelah 15 menit, dan aku berlari ke mobil untuk menaruh kadoku yang sudah berlumuran darah di jok belakang. Gue harus balik ke bangku tadi!, akupun berlari sekuat tenaga.
"Iu!"
"taemin!" kurasakan hangat pelukanya, dan bajuku di bagian pundak terasa basah. Dia menangis.
"Iu, kenapa kamu menangis?"
"aku takut kamu marah sama aku,hiks.., hiks..,"
"enggak aku nggak marah sama kamu kok"
"makasih, ohya gimana tadi?, menang?" ucapnya. Aku langsung menghapus air mata di pipinya.
"aku nggak terpilih, tapi aku bersyukur"
"kok.." langsung saja aku potong
"karena, dengan ini aku masih melihatmu tiap hari" ujarku sambil tersenyum, dia hanya membelakkan matanya
"oh ya, ayo pulang, aku di ajak kak yoona nanti malam"
"eh, ya, ayo"
akupun mngantarkan Iu pulang.

Rumah onew
onew in:
sialan kenapa yuri harus ke sini sih!. Ah sial, sial!.
Hello, hello.
Ringtone hpku berbunyi.
Taemin call
"halo?"
"halo onew, nanti gimana kalo kita ketemu di freeze land?"
"kau bodoh ya aku ini sedang demam tau!, pindah dari tempat tidur aja aku nggak bisa!"
"aku tau kau selalu menaruh hpmu di meja yang jaraknya 2 meter dari tempat tidurmu, jadi mending ke sini deh, daripada aku bilang ke Iu?"
"eh jangan jangan!, ia ia aku ke sana sekarang!"
huft, ni anak tau banget sih gue boong atau jujur. Tapi nih anak mau ngomongin apa sih

Blink- takut jatuh cinta:

Aku juga ingin jatuh cinta

seperti yang lainya

kini saatnya aku jatuh cinta

karena dia nyatakan cinta



Gila, kenapa sih semua orang gampang banget dapetin cinta, sedangkan gue, cowok ngelirik gue aja enggak ada, nasip, nasip.

"kenapa sih cill?"

"ah!?, ify, kagetin aja"

"kamu kenapa ngelamun?"

"ak, aku bingung, kenapa semua orang bisa ngerasain cinta, tapi kenapa aku enggak?"

"aduh pricilla, kamu tuh jangan lulgu dong, masak kamu belum ngerasain jatuh cinta"

"tapi fy, aku nggak tau rasanya jatuh cinta?"

"aduh, jatuh cinta itu rasanya, dag dig dug, trus malu, spechles, gugup, pokoknya canggunglah kalo deket sama dia" instruksi ify menghempaskanku pada 1 nama. Indra Fahmi Bobby.

"apa ?, loe suka sama bobby, kakak kelas itu?!" ha?, dia bisa baca pikiran gue?, eh enggak bukan dia nggak bisa, tapi tadi nggak sengaja aku menyuarakan isi hatiku.

"tap, tapi, aku juga nggak tau, aku nggak yakin"

"maaf ify,boleh minjem pricilla sebentar?"

"ha?!, iya kak bobby"

aduh kok kak bobby bisa ada di sini sih?

Duh gimana nih?

Gue dibawa kemana ya?, aduh, kok jadi gini sih.

"jadi, kamu suka sama aku cill?"

tuh kan, audh kanapa jadi kayak gini sih

"em,, i, iya kak"

"kalo gitu"

aduh kok wajahnya makin deket sih?. Aduh,aduh, jantungku dag dig dug.

"aku suka sama kamu"

apa?. Ini bukan mimpikan?

"kenapa kamu nggak jawab?"

"a?!, ak, aku juga suka sama kakak"

kulihat senyumanya, duh, jantungku bisa pecah kalo gini terus



tapi ku takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatinya

takut takut jadi gila karena cinta



takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatunya

takut takut jadi gila karena cinta



----------

huft, aku masih dag dig dug tiap ketemu kak bobby, padahal udah 1 minggu yang lalu kita jadian, hari ini dia ngajak aku ke pantai, so aku bikin cake buat dia, moga dia suka.

"mbak udah sampai"

"ah, ia mas makasih, ini" kataku sambil memberikan uang kepada supir taksi tadi. Aku berjalan ke tempat yang di maksud kak bobby, tapi,



namun bimbang kini yang kurasa

akankah dia setia

atau hanya untuk sementara

membuat aku kecewa



"maaf linzy, aku sama pricilla itu nggak ada apa apa, aku pacaran sama dia cuma mau bikin kamu cemburu, aku rella nglakuin apa aja asalkan aku bisa sama kamu"

"janji?"

"ya!"

"kalau gitu mending kamu putusin ke pricilla, aku takut dia malah sakit hati"

"oke, hari ini aku bakalan jelasin ke dia"

jadi, jadi ini semua cuma permainan, dan, aku cuma boneka, jadi kak bobby nggak pernah suka sama aku?!

"nggak usah capek capek jelasin kak, sekarang aku udah tau kok!" ucapku lantang ditambah tatapin sinisku sukses membuat mereka berdua kaget dan spechless

"pricill, ak, aku bisa jelasin"

"nggak usah repot repot kak aku udah tau kok"

kataku sambil melempar cakeku ke padanya.

Kenapa sih, kenapa harus cinta pertamaku yang kayak gini?.







tapi ku takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatinya

takut takut jadi gila karena cinta



kini, di sinilah aku, berasa di panggung bersama ify dan 4 temanku lainya dalam Blink, kelompok girl band remaja.

Peristiwa 2 bulan lalu udah nggak pernah aku pikirkan lagi, aku cuma anggep itu ujian dari tuhan.

Dan sekarang yang aku pikirkan adalah BLINK, keluarga baruku.







tapi ku takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatinya

takut takut jadi gila karena cinta



takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatunya

takut takut jadi gila karena cinta



tapi ku takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatinya

takut takut jadi gila karena cinta



takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatunya

takut takut jadi gila karena cinta



tapi ku takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatinya

takut takut jadi gila karena cinta



takut takut jatuh cinta

takut takut patah hatunya

takut takut jadi gila karena cinta.



--------------END----------------

Add caption

imagin girl [part 5-end]

wae?,kenapa ini bisa terjadi, dia ada, tapi kenapa appa bilang dia tak ada, sejak kejadian tadi air mataku tak kunjung berhenti, kalau ia memang tidak ada, wae?, kenapa ciuman itu terasa nyata?. Na, dia ada, Alicia pasti ada. Sekarang aku, appa dan eomma sedang ada di ruangan psikkoterapi.
"Ada yang bisa saya bantu?" sapa psikoter yang ada di depanku
"anak saya pak, selama hampir seminggu ini dia selalu pergi entah kemana, dan dia berkata ia bersama seorang yeoja, kemarin saya melihatnya seperti sedang berbincang dan memeluk seseorang, tetapi tidak ada orang 1pun selain dia"
"appa, dia ada , Alicia ada, aku memang benar-benar memeluknya" selaku dengan kesal
"bapak dengar sendirikan?, padahal kemarin saya melihatnya sendiri di pinggir danau tengah hutan" jelas appaku lagi, itu membuatku naik pitam
"bisakah kau jelaskan namja?" tanya psikoter itu kepadaku
"sekitar seminggu yang lalu, aku bertemu dengannya di danau tengah hutan karena dia tersesat, aku mengantarnya pulang, rumahna hanya berjarak mungkin 100 meter dari rumahku, aku sering kesana bermain denganya, aku juga sempat mengajaknya jalan-jalan, kemarin aku menyatakan perasaanku, tapi tadi pagi, ketika kau berjalan ke rumahnya, tapi aku melihat rumah itu seakan tidak pernah ditinggali semlama 2 tahun, padahal 1 hari sebelumnya aku sedang ada di dalam rumah itu" jelasku panjang lebar
"tapi, kau tak pernah kesana dikkie, eomma selalu melihatmu mengurng diri di kamar tiap hari"
balas eommaku
"eomma!, aku selalu pergi setiap hari, lagi pula aku juga pernah mengatakan aku akan berkencan denganya kan?"
"ne, kau memang pernah mengatakanya, tapi salah satu pembantu kita hanya melihatmu melamun di taman kota"
"eomma, aku bersamanya!"
"dikkie, jaga nada bicaramu!" bentak appa mengingatkanku
"appa, appa juga pernah mendengarkan pembicaraanku denganya saat di telponkan?" jawabku tak mau kalah
"ne, appa memang penah mengupingmu berbicara di telpon, tapi kau hanya brbicara sendiri, tak ada orang yang menjawab omonganmu saat itu" jelas appa, itu membuatku makin lemas
"siapa namamu dan nama yeoja itu?" ucap psikoter itu menengahi berdebatan kami
"namaku han dik stra, dia memanggilku dikstra oppa, dan namanya alici liau, aku selalu memanggilku ilicia" jelasku panjang lebar
"hem...." sudah? Begitu saja jawabanya?.... Grrrr......
"lalu bagaimana pak" tanya eommaku yang mengerti pikiranku
"dikstra sebaiknya kau mengejar yeoja itu. Sebelum dia pergi dari kantor ini" jawabanya itu membuat kedua orangtuaku molongo, dan mebuatku sedikit bersemangat
"sebelum kau kesini ada seorang yeoja yang bernama alici liau, dia mengatakan masalahnya sama seprtimu, sekarang dia mungkin masih berada di ruang penenangan" mendengarnya aku langsung berlari keluar pintu dan mencari ruang penenangan, aku berlari dan tak menghiraukan sekeliling, itu membuatku terjatuh dan terguling, dan itu membuat t-shirt dan jins ku yang putih menjadi sedikit kotor, tanganku juga lecet. Begitu sampai di depan ruangan itu, badanku menegang. Akupun langsung membuka pintu yang ada di depanku
"ALICIA" ucapku bersemangat, tapi, tapi, ruangan itu kosong. Tubuhku lemas, akupun langsung berbalik dan berteriak
"Alicia!,Alicia!" Teriakku sambil berlari tanpa arah, aku turun ke lantai satu
"Alicia!Alicia!Alica!" teriakku berulang kali, kurasakan ada tangan lembut menyentuhku
"mian, kenapa kau memanggil namaku?"
suara itu, tuhan semoga itu benar dia, akupun berbalik, dan mata kami saling menatap, jantungku berdetak 3xlebih cepat
"Alicia..." ucapku lirih karena masih terkejut
"dikstra oppa" kurasa dia juga sama terkejutnya sepertiku
"aku yakin kau memang benar benar ada" bisikku ke telinganya
"ne, aku juga percaya padamu oppa"
"sarang hayeo"
"sarang haeyo" balasnya yang langsng kusambut pelukanku
"tolong jangan tinggalkan aku lagi"
"ne, memang siapa yang kuat meninggalkanmu?" jawabnya, membuatku semakin erat memeluk
"tuhan bisakah kau hentikan waktu untuk sebentar saja agar aku masih tetap memeluknya" ucapku dalam hati

-----end-----

imagin girl [part 4]

"karena aku, em aku, tidak pernah bisa marah padamu"
"mian, maksudmu?"
"kau selalu meminta maaf padaku, kau buat bajuku basah, lalu kau menumpahkan minuman ke bajuku, kau membuatku jatuh dari pohon, dikeroyok preman tapi aku memang tidak bisa marah padamu" jelasku panjang lebar
"wae? Kenapa kau tak bisa"
kupererat pelukanku
"karena, em...."
"wae oppa?"
"sarang haeyo, kau membuatku jatuh cinta sejak pertama, aku tak bisa lepas tanpamu"
"tap, tapi"
kata itu mebuatku lemas dan melepaskan pelukanku
"mian, aku hanya ingin menyatakan perasaanku saja, aku terlalu bodoh, mana mungkin kau ska padaku yang tak punya karisma apapun" kataku kecewa dan berbalik
"oppa" kurasakan tanganya menyela di dallam tanganku dan memelukku dari belakang, aku sedikit terkejut
"sarang haeyo" bisiknya ke telingaku, tuhan bolehkah itu terulang lagi.
"bisakah kau mengulanginya lagi" pintaku
"sarang haeyo" ucapnya.
Aku langsung melepas pelukanya dan berbalik, bibir kamu bertemu dan bertahan selama 5 menit.
"gomawo alicia, sarang haeyo"
aku menoleh ke arah hutan, appa, melihatku, alicia mengikuti pengelihatanku
"oppa pulang dulu saja, aku nanti jalan saja karena aku ingin ketoko buku dulu"
"baiklah yeoja, oh ya panggil aku jagiya ya" godaku, dia hanya terlihat malu, akupun berlari ke arah appaku dan kami-aku dan appaku- pulang.
Didalam mobil, aku hanya tersenyum sendiri, sedangkan appa hanya diam membisu
"siapa tadi dikkie?" ucap appaku membuka pembicaraan
"ah, dia yeojaku, cinta pertamaku" jawabku membuat appaku terkejut.
Seterusnya kami hanya diam sampai di rumah. Aku langsung naik ke kamar dan mengcalling cute yeojaku itu, tapi, mailbox, mungkin dia sedang sibuk.
Aku terus mencoba menghubunginya tapi tetap saja nihil. Akupun mulai khawatir, esoknya akupun berjalan kerumahnya, tapi setibanya di depan rumahnya kakiku membeku, apa ini? Rumahnya terkunci sarang laba-laba ada dimana, rumput liar setinggi 15 cm. Apa aku salah rumah?, na, ini rumahnya, tapi mengapa ini terihat seperti tidak ditempati selama 2 tahun, aku terjatuh, apa ini mimpi?, airmataku mulai membasahi tanah.
"dikie, kenapa kau menagis" terdengar suara appaku, dan membantuku berdiri
"appa kemarin aku ke sini dan bermain di sini, tapi kenapa seperti ini?" ucapku tak beraturan
"memangnya ini rumah siapa dikkie? Ini rumah yeojaku, Alicia, appa melihatnya kemarinkan waktu aku di sampung danau?" ucapku makin menggebu
"dikkie, kalau appa boleh jujur, kemarin kau hanya sendirian di danau, appa juga bingung melihatmu memeluk angin, appa ingin bertanya padamu kemarin, tapi eommamu melarangnya"
"appa, dia ada aku memeluknya, kalau dia tidak ada, darimana appa tau aku ada di sana, sedangan Alicia yang menjawab telpon appa" aku mulai kacau
"mwo? Dikkie, kau sendiri yang menjawab telpon appa kemarin, dan kau sendiri yang memberitahu keberadaanmu pada apppa"
"appa!, apa appa tidak bisa membedakan suara laki-laki dan perempuan"
"dikkie, appa mengenali suaramu, anak appa sendiri"
"tap, tapi appa" akupun ambruk
"dikkie, bagaimana jika kita ke psikoterapi"
"Alicia" ucapku pasrah

imagin girl [part 3]

Aku mulai mandi, bingungkan?, tadikan aku abis mandi, auk, aku aja juga lupa.
Selesai mandi aku mulai mengenakan blue T-shirtku bertuliskan grafiti 'jonjengia', jins, dan ku gunakan jaket coklat korean stile, i'm ready
ku lihat jam tanganku, pukul 18:35, masih ada waktu melewati ceramahan appa dan eommaku.
Ketika turun, appa dan eommaku mulai membuka bentakan mereka , yah namanya juga baru liat anaknya keluar malam, masih wajar, kulihat arlojiku sudah jam 18:45 aku langsung keluar dan mengatakan
"aku mau kencan appa eomma, apakah itu tidak boleh" sambil memasang senyuman mautku, hahaha, kedua orang tuaku langsung tersenyum.
sekitar jam 18:58 kau sudah sampai di depan rumahnya, aku membunyikan klaksonku.
"annyong oppa, kau keren malam ini"
"annyog, malam ini kau terlihat sangat cantik, kaja, kita ke taman menikmati udara segar"
"ne kaukan jarang merasakanya"
mendengarnya aku menatapnya tajam
"mianhabnida oppa"
"kaja"
kamipun menuju taman kota, aku memarkir mobilku dan membelikanya ice cream.
"ini, ice cream"
"aha... Gamsahabnida oppa"
ucapnya sambil tersenyum, jantungku mulai berdetak cepat.
Kamipun berkeliling, ice creamku sudah habis tapi ice creamnya masih banyak, dia melihat ke arahku dan tertawa
"kau ini makan ice cream atau melahab ice cream" candanya sambil berjalan ke arahku, tak sengaja kakinya tersandung dan menumpahkan ice creamnya ke jaketku
"aigoo, mianhabnida oppa, sini aku bersihkan"
"ah, tidak apa apa, ini cuma jaket, permisi aku mau menaruh jaketku di mobil"
"baiklah, mianhabnida oppa"
akupun berjalan ke mobil dan mearuh jaketku di jok belakang, lalu aku berjalan ke Alicia yang ada di pinggir taman kota. Tiba tiba darahku mengalir cepat, aku membeku, aku melihat Alicia di ganggu seorang anak nakal. Akupun langsung berlari ke arahnya dan meberi bogem mentahku kepadapria itu.
"jangan pernah menyentuhnya!"
diapunberlari sambil memegang pipinya yang mulai memar
"gwenchana?"
tanyaku menanyakan keadaanya
"ne gwenchana, gamsahabnia oppa" ucapnya bergetar, akupun langsung memeluknya untuk menenangkannya.
"opp...." aku langsung memotong perkataanya
"sshh...., diam 5 menit saja agar kau tenang" dan akupun tenag memelukmu
"kaja"
"kemana?" jawabnya
"nonton di bioskop"
jawabku sambil melepas pelukanku
"ne"
akupun mulai memacu mobil ini, tidak sampai setengah jam aku sudah berada di antrian tiket, sedangkan alicia membeli pop corn dan minuman.
"kenapa kau tak suka pop corn oppa?" tanyanya setelah aku berhasil mendapatkan tiket roman film
"aku tak suka memakanya, karena rasanya membuatku mual" jawabku sambil memamerkan senyuman indahku, kulihat dia hanya diam dan mungkin terpana.
"kaja, masuk"
"ne"
sudah setengah film terputar, sekarang terputar adegan yang menegangkan, itu membuatnya sedikit terkejut dan membuatnya menumpahkan (lagi) minumanya ke bajuku.
"aigoo mianhabnida oppa aku tak sengaja"
"tidak pa pa kok"
"lebih baik kita pulang saja, daripada kau malah risih"
"ne, kaja" jawabku sedikit kecewa
kamipun pulang.
"oppa aku masuk dulu ya, mianhabnida tadi merepotkanmu"
"tidak apa apa, nice dream, mimpikkan aku ya, hehehe"
"hahaha, mimpikan aku juga ya oppa"
katanya sambil menutup pintu. Ya, kau memang selalu ada dalam mimpiku.
1minggu berlalu, keberadaanya di sisiku membuatku sangat bergantung padanya, mungkin siang ini aku akan menyatakan perasaanku.
Seperti biasanya aku menunggunya di pinggir danau tengah hutan, karena suasana yang tenang akupun tertidur.
"oppa bangun...., kau disuruh pulang appamu"
"hem... Alicia, maksudmu?" aku bingung dengan kata katanya, mungkin nyawaku belum genap
"tadi appamu telpon ke hpmu tapi kau masih tidur jadi aku yang angkat, dia tanya dimana kau, lalu aku menjawab kalu kau berada di danau tengah hutan ini, lalu dia menyuruhku untuk menyuruhmu pulang"
"MWO? Kau mengatakan keberadaanku" ucapku dengan nada yang sedikt tinggi
"ne, memang kenapa dikstra oppa?"
"kau tau, sudah lama aku bersembunyi di sini agar aku bisa tenang dari appa dan eommaku, sekarang aku sudah tidak punyatempat menenangkan diriku lagi"
"mi, mianhabnida oppa aku, aku tak tau ,hiks, aku benar benar mita maaf" ucapnya sambil menangis, amarahku redam begitu saja, babo kenapa kau memarahinya?
"mi,anhae alicia~ssi aku, tak bermaksud menyakitimu, mian aku terbawa emosi"kataku sambil memeluknya dan membelai rambutnya
"aku bodoh,aku selalu saja menyusahkanmu, mianhabnida dikstra oppa"
"tidak apa apa alicia, kau tenang ya"
"tapi oppa, kenapa kau tidak membenciku?"
akupun tersenyum
"aku tak membencimu karena......