Coffe cafe
taemin in:
"udah lama nunggu?" tanya onew yang baru duduk di depanku
"enggak, gue juga baru dateng"
"mbak coffelate 1!" teriaknya pada pelayan
"oh iya loe mau ngomong apa?, biasanya loe yang ke rumah gue"
"sorry, gue agak canggung kalo ngomongin ini di rumah loe"
"jangan jangan tenteang Iu?" tanyanya asal tapi tepat sasaran
"em,.."
"jangan jangan loe mau nyuruh gue mundur dari perang ini, sorry taem gue nggak bisa, gue ngga.."
"lee jinki dengerin dulu!"
"aish... Nama ku onew titik!"
"ok, pertama, gue nggak nyuruh loe mundur dari perang ini, kedua, gue yang mungkin bakalan mundur dari perang ini"
"maksud loe" onew sedikit kaget mendengarnya, dia tau aku bukan orang yang mudah menyerah, apalagi masalah Iu.
Gue nyodorin amplop coklat kepadanya
"itu tes kesehatan gue kemarin, gue takut nerusin ini, gue takut, gue sama Iu malah masuk lebh dalam dan main sakit kalo gue tiba tiba mati." onew hanya bisa tercangang melihatku.
Onew in:
taem, taemin kena kanker otak stadium akhir, tapi, tapi kenapa dia nggak pernah nunjukin ke gue, kenapa dia selalu ceria saat bareng gue dan semua orang, kenapa dia yang harusnya butuh semangat, malah harus ngasih semangat ke gue dan yang lainya. Temen macem apa gue!, nggak tau kondisi sahabat gue sendiri
"taem, i, ini beneran?, loe ke, kena kanker otak?"
"stadium akhir" tambahnya tanpa raut wajah sama sekal
"tapi...."
"gue sengaja nyembunyiin ini, gue cuma mau ngejalanin sisa hidup gue layaknya remaja yang lain, bukan sebagai penderita kanker, jadi gue minta loe ngejagain Iu"
"sorry gue nggak bisa"
dia hanya liat gue dengan maksud -kenapa-
"tadi siang, yuri dateng ke rumah gue, dan Iu salah sangka"
"oh..., gue tau maksud loe, yuri kumat lagi kan." ujarnya sambil sedikit ngledek gue, nih bocah, bisa bisanya kayak gitu saat dia tau kalo dia kena kanker, salut gue.
*FLASHBACK*
6 bulan yang lalu
"yuri kita putus, gue nggak tahan liat loe yang childist tiap hari"
"WHAT!, nggak gue nggak mau putus"
"terserah, yang penting loe bukan lagi pacar gue!"
sejak saat itu yuri selalu ganggu gue, dan tadi pagi udah ke-152 kali gue bilang 'KITA PUTUS' ke yuri
*END FLASHBACK*
"tenang aja, gue bakalan jelasin ke Iu" what!, gue bingung, nggak biasanya dia bantu gue, secara gue sama dia kan lagi perang dapetin cintanya Iu.
"loe bercanda?" tanyaku heran
"nggak gue ngga bercanda, gue nggak mau ngasih harapan berlebih ke Iu, gue takut dia sakit, dna gue yakin dia bakalan lebih bahagia sama loe" gila! Nih anak bisa bisanya ngomong kayak gitu
"loe siapa?!, loe bukan taemin. Taemin yang gue kenal itu nggak mudah putus asa!, loe bilang loe mau ngejalanin sisa hidup loe kayak remaja lain!, tapi kenapa sekarang loe bersikap kayak pasien ha!" bentakku sambil menarik kerahnya
"maaf tuan, ini pesananya" ucap pelayan yang naruh pesanan gue
"sorry, tapi..."
"tapi apa, loe mau nyerah gitu aja?!, loe mau nyerah ngedapatin cinta pertama loe?! Ha!!"
"tapi gue takut, gue takut liat Iu menderita gara gara gue"
"GR banget loe, kalaupun dia nagis gara gara loe, di sini ada gue yang siap nemenin dia, so?!, loe mau nyerah gitu aja?!"
"ok!, gue bakal berusaha, gue masuk perang ini lagi"
"nah itu baru taemin yang gue kenal"
"jinki, taemin" sapa orang yang baru datang
"nama gue onew! Titik!"
"apa?" jawab kami hampir bersamaan
"Iu!" nah kalo yang ini emang bareng
taemin in:
"udah lama nunggu?" tanya onew yang baru duduk di depanku
"enggak, gue juga baru dateng"
"mbak coffelate 1!" teriaknya pada pelayan
"oh iya loe mau ngomong apa?, biasanya loe yang ke rumah gue"
"sorry, gue agak canggung kalo ngomongin ini di rumah loe"
"jangan jangan tenteang Iu?" tanyanya asal tapi tepat sasaran
"em,.."
"jangan jangan loe mau nyuruh gue mundur dari perang ini, sorry taem gue nggak bisa, gue ngga.."
"lee jinki dengerin dulu!"
"aish... Nama ku onew titik!"
"ok, pertama, gue nggak nyuruh loe mundur dari perang ini, kedua, gue yang mungkin bakalan mundur dari perang ini"
"maksud loe" onew sedikit kaget mendengarnya, dia tau aku bukan orang yang mudah menyerah, apalagi masalah Iu.
Gue nyodorin amplop coklat kepadanya
"itu tes kesehatan gue kemarin, gue takut nerusin ini, gue takut, gue sama Iu malah masuk lebh dalam dan main sakit kalo gue tiba tiba mati." onew hanya bisa tercangang melihatku.
Onew in:
taem, taemin kena kanker otak stadium akhir, tapi, tapi kenapa dia nggak pernah nunjukin ke gue, kenapa dia selalu ceria saat bareng gue dan semua orang, kenapa dia yang harusnya butuh semangat, malah harus ngasih semangat ke gue dan yang lainya. Temen macem apa gue!, nggak tau kondisi sahabat gue sendiri
"taem, i, ini beneran?, loe ke, kena kanker otak?"
"stadium akhir" tambahnya tanpa raut wajah sama sekal
"tapi...."
"gue sengaja nyembunyiin ini, gue cuma mau ngejalanin sisa hidup gue layaknya remaja yang lain, bukan sebagai penderita kanker, jadi gue minta loe ngejagain Iu"
"sorry gue nggak bisa"
dia hanya liat gue dengan maksud -kenapa-
"tadi siang, yuri dateng ke rumah gue, dan Iu salah sangka"
"oh..., gue tau maksud loe, yuri kumat lagi kan." ujarnya sambil sedikit ngledek gue, nih bocah, bisa bisanya kayak gitu saat dia tau kalo dia kena kanker, salut gue.
*FLASHBACK*
6 bulan yang lalu
"yuri kita putus, gue nggak tahan liat loe yang childist tiap hari"
"WHAT!, nggak gue nggak mau putus"
"terserah, yang penting loe bukan lagi pacar gue!"
sejak saat itu yuri selalu ganggu gue, dan tadi pagi udah ke-152 kali gue bilang 'KITA PUTUS' ke yuri
*END FLASHBACK*
"tenang aja, gue bakalan jelasin ke Iu" what!, gue bingung, nggak biasanya dia bantu gue, secara gue sama dia kan lagi perang dapetin cintanya Iu.
"loe bercanda?" tanyaku heran
"nggak gue ngga bercanda, gue nggak mau ngasih harapan berlebih ke Iu, gue takut dia sakit, dna gue yakin dia bakalan lebih bahagia sama loe" gila! Nih anak bisa bisanya ngomong kayak gitu
"loe siapa?!, loe bukan taemin. Taemin yang gue kenal itu nggak mudah putus asa!, loe bilang loe mau ngejalanin sisa hidup loe kayak remaja lain!, tapi kenapa sekarang loe bersikap kayak pasien ha!" bentakku sambil menarik kerahnya
"maaf tuan, ini pesananya" ucap pelayan yang naruh pesanan gue
"sorry, tapi..."
"tapi apa, loe mau nyerah gitu aja?!, loe mau nyerah ngedapatin cinta pertama loe?! Ha!!"
"tapi gue takut, gue takut liat Iu menderita gara gara gue"
"GR banget loe, kalaupun dia nagis gara gara loe, di sini ada gue yang siap nemenin dia, so?!, loe mau nyerah gitu aja?!"
"ok!, gue bakal berusaha, gue masuk perang ini lagi"
"nah itu baru taemin yang gue kenal"
"jinki, taemin" sapa orang yang baru datang
"nama gue onew! Titik!"
"apa?" jawab kami hampir bersamaan
"Iu!" nah kalo yang ini emang bareng
Coffe cafe:
Iu in:
"kenapa sih kalian kaget gitu?"
"sejak kapan kamu di sini?" aish... Ngapain sih nih orang pake yang jawab
"aku baru dateng" jawabku cuek
"em, Iu ikut aku bentar yuk" ye! Diajak taemin ninggalin onew :p
#di lempari papan sama shawol#
"ada apa taem?"
"em, maaf sebelumnya, aku mau ngelurusin masalah kamu sama jinki"
"huft, jadi tuh orang ngjak kamu ke sini cuma buat curcol"
"enggak, bukan dia, aku yang ngajak dia ke sini"
"oh" aish... Ngapain sih taemin pake ngobrolin ttg tuh orang
"sebenarnya cewek yang kamu lihat tadi pagi itu bukan pacarnya jinki"
"boong" tapi hatiku kok malah seneng ya?
"enggak, kapan sih aku boongin kamu?"
"tiap hari" ujarku sambil mejulurkan lidahku, au!, eh dia malah narik idungku
"dia itu mantanya onew 6 bulan yang lalu, tapi dia tetep ngotot nggak mau putus dan terus nganggep onew sebagai pacarnya, tapi onew nggak nganggep yuri." beneran nggak sih ni, duh jantungku lunjak lunjak.
"benarkah" kataku sambil tersenyum
"ia" tapi kok jawabanya lirh ?, ya tuhan aku lupa kalo taemin juga suka sama aku!
Taemin in:
kenapa aku malah sedih, harusnyakan aku malah seneng karena Iu udah nggak salah faham lagi sama onew.
"mending kamu samperin onew deh, aku mau pulang dulu, kasian kak yoona sendirian di rumah, da......,"
hatiku hancur bersamaan kepergianku, tapi aku harus kuat.
Onew in:
"Iu aku minta maaf waktu kejadian tadi siang" ucapku bersalah
"ia, taemin udah jelasin tadi" ucapnya sambil tersenyum. Terimakasih taemin, kamu sudah membantuku, tapi.
"onew, aku juga suka sama kamu"
apa!, kenapa baru sekarang?
"terima kasih" ucapku lesu
"maaf Iu, aku harus pulang badanku masih agak demam"
"oh...," ucapnya muram, maaf I.
Rumah Iu
Iu in:
"maaf taemin, kita bisa ketemu di taman?"
"ok aku tunggu jam 9 ya"
"ok makasih"
aku harus jelasin ke taemin kalo aku udah milih onew.
Taman kota
aduh udah jam 10, kenapa sih seoul harus macet?
Ah!, itu taemin
"taem, ahh!!!"
" serahkan hartamu!"
taemin in:
"Iu!!!!!" kulihat 4 orang menyergap Iu. Sontak aku langsung berlari ke sana dan menghajar mereka, selang 10 menit ke-3 preman itu sudah tepar tapi, tubuhku membeku karena preman yang tersisa itu menodongkan pistolnya pada Iu.
"Iu!!!!"
Iu in:
"kenapa sih kalian kaget gitu?"
"sejak kapan kamu di sini?" aish... Ngapain sih nih orang pake yang jawab
"aku baru dateng" jawabku cuek
"em, Iu ikut aku bentar yuk" ye! Diajak taemin ninggalin onew :p
#di lempari papan sama shawol#
"ada apa taem?"
"em, maaf sebelumnya, aku mau ngelurusin masalah kamu sama jinki"
"huft, jadi tuh orang ngjak kamu ke sini cuma buat curcol"
"enggak, bukan dia, aku yang ngajak dia ke sini"
"oh" aish... Ngapain sih taemin pake ngobrolin ttg tuh orang
"sebenarnya cewek yang kamu lihat tadi pagi itu bukan pacarnya jinki"
"boong" tapi hatiku kok malah seneng ya?
"enggak, kapan sih aku boongin kamu?"
"tiap hari" ujarku sambil mejulurkan lidahku, au!, eh dia malah narik idungku
"dia itu mantanya onew 6 bulan yang lalu, tapi dia tetep ngotot nggak mau putus dan terus nganggep onew sebagai pacarnya, tapi onew nggak nganggep yuri." beneran nggak sih ni, duh jantungku lunjak lunjak.
"benarkah" kataku sambil tersenyum
"ia" tapi kok jawabanya lirh ?, ya tuhan aku lupa kalo taemin juga suka sama aku!
Taemin in:
kenapa aku malah sedih, harusnyakan aku malah seneng karena Iu udah nggak salah faham lagi sama onew.
"mending kamu samperin onew deh, aku mau pulang dulu, kasian kak yoona sendirian di rumah, da......,"
hatiku hancur bersamaan kepergianku, tapi aku harus kuat.
Onew in:
"Iu aku minta maaf waktu kejadian tadi siang" ucapku bersalah
"ia, taemin udah jelasin tadi" ucapnya sambil tersenyum. Terimakasih taemin, kamu sudah membantuku, tapi.
"onew, aku juga suka sama kamu"
apa!, kenapa baru sekarang?
"terima kasih" ucapku lesu
"maaf Iu, aku harus pulang badanku masih agak demam"
"oh...," ucapnya muram, maaf I.
Rumah Iu
Iu in:
"maaf taemin, kita bisa ketemu di taman?"
"ok aku tunggu jam 9 ya"
"ok makasih"
aku harus jelasin ke taemin kalo aku udah milih onew.
Taman kota
aduh udah jam 10, kenapa sih seoul harus macet?
Ah!, itu taemin
"taem, ahh!!!"
" serahkan hartamu!"
taemin in:
"Iu!!!!!" kulihat 4 orang menyergap Iu. Sontak aku langsung berlari ke sana dan menghajar mereka, selang 10 menit ke-3 preman itu sudah tepar tapi, tubuhku membeku karena preman yang tersisa itu menodongkan pistolnya pada Iu.
"Iu!!!!"
Taman kota
Iu in:
krek, dsing, dor. Kudengar suara peluru dan taemin yang meneriakiku
jleb. Tubuhku kaget, tapi tidak sakit, kubuka mataku. ONEW!
"onew! Onew!" aku sontak menellfon rumahsakit terdekat.
"onew!"
taemin in:
b*****t, ku hajar tubuh preman itu habis habisan hingga dia pingsan ku tendang pistol yang ada di tanganya hingga terpental jauh.
"onew!"
aku langsung lari ke onew yang di pangku Iu
"sorry taem, aku tak bisa menepati permintaanm.."
"ONEW!"
dan suara sirine berbunyi nyaring
depan ruang UGD
Iu in:
tuhan lindungilah onew, aku sayang padanya tuhan, aku mecintainya, tolong jangan hancurkan cinta pertamaku.
Sudah setengah jam aku menunggu di depan ruang UGD, tapi dokter belum juga keluar.
"tenang Iu, onew pasti selamat, dia nggak mungkin ngebiarin cewek yang dicintainya nangis kayak gini" baiklah, ku coba untuk tenang
seet..., pintu otomatis ugd terbuka,sontak aku dan taemin berdiri
"bagaimana dokter?!" ucapku langsung
tempat yang indah
taemin in:
kesejukan alam terasa di kulitku, tapi hatiku hancur melihat semua ini, otakku sudah menunjukkan gejala sejak tadi, orang oranng berbaju hitam juga mulai berjalan pulang.
"onew, kamu tenang di sana ya, aku senang kalo kamu senang, jadi jangan buat aku menangis lagi ya?" kata kata Iu memperjelas jarak antara dunia kami dan onew. Tuhan, bolehkah aku bertahan untuk sebentar saja, aku tak ingin Iu tau tentang kanker ini. Tetesan darah mulai membasahi rumput hijau sekitarku, kepalaku sudah ingin pecah, indahnyaalam di depanku mulai berombak, mulai kehilangan warna.
"taemin ayo, TAEMIN KAMU KENAPA?!"
suara kekhawatiran itu sudah mulai memudar, akhirnya semua menjadi gelap
esok harinya di tempat yang sama
Iu in:
belum cukup rupanya kau mengambil onew, sekarang taemin juga kau ambil, tapi itu semua kuasamu, bukan aku, ku ihlaskan semuanya, agar kedua orang yang kusayang bisa tenang di sana.
*FLASHBACK*
"maaf nona, kami tidak bisa melakukan apapun, keadaan taemin memang sudah parah, kanker otak stadium akhir sudah menggerogotianya sejak 4 bulan lalu, dan dia menolak untuk menjalani pengobatan" kata kata yang ringan itu membuat lututku lemas, kenapa, kenapa taemin juga?.
*END FLASHBACK*
sekarang kau adalah sahabat terbaiku, taemin. Dan kau adalah cinta terindahku, onew.
(don't you cry cry cry) notteme tto uljana
(geunyoga bye bye bye bye bye) modeun-ge kkeuchijana
(don't you cry cry cry)
-MBLAQ it's war-
-------------------------------------end-------------------------------------
Iu in:
krek, dsing, dor. Kudengar suara peluru dan taemin yang meneriakiku
jleb. Tubuhku kaget, tapi tidak sakit, kubuka mataku. ONEW!
"onew! Onew!" aku sontak menellfon rumahsakit terdekat.
"onew!"
taemin in:
b*****t, ku hajar tubuh preman itu habis habisan hingga dia pingsan ku tendang pistol yang ada di tanganya hingga terpental jauh.
"onew!"
aku langsung lari ke onew yang di pangku Iu
"sorry taem, aku tak bisa menepati permintaanm.."
"ONEW!"
dan suara sirine berbunyi nyaring
depan ruang UGD
Iu in:
tuhan lindungilah onew, aku sayang padanya tuhan, aku mecintainya, tolong jangan hancurkan cinta pertamaku.
Sudah setengah jam aku menunggu di depan ruang UGD, tapi dokter belum juga keluar.
"tenang Iu, onew pasti selamat, dia nggak mungkin ngebiarin cewek yang dicintainya nangis kayak gini" baiklah, ku coba untuk tenang
seet..., pintu otomatis ugd terbuka,sontak aku dan taemin berdiri
"bagaimana dokter?!" ucapku langsung
tempat yang indah
taemin in:
kesejukan alam terasa di kulitku, tapi hatiku hancur melihat semua ini, otakku sudah menunjukkan gejala sejak tadi, orang oranng berbaju hitam juga mulai berjalan pulang.
"onew, kamu tenang di sana ya, aku senang kalo kamu senang, jadi jangan buat aku menangis lagi ya?" kata kata Iu memperjelas jarak antara dunia kami dan onew. Tuhan, bolehkah aku bertahan untuk sebentar saja, aku tak ingin Iu tau tentang kanker ini. Tetesan darah mulai membasahi rumput hijau sekitarku, kepalaku sudah ingin pecah, indahnyaalam di depanku mulai berombak, mulai kehilangan warna.
"taemin ayo, TAEMIN KAMU KENAPA?!"
suara kekhawatiran itu sudah mulai memudar, akhirnya semua menjadi gelap
esok harinya di tempat yang sama
Iu in:
belum cukup rupanya kau mengambil onew, sekarang taemin juga kau ambil, tapi itu semua kuasamu, bukan aku, ku ihlaskan semuanya, agar kedua orang yang kusayang bisa tenang di sana.
*FLASHBACK*
"maaf nona, kami tidak bisa melakukan apapun, keadaan taemin memang sudah parah, kanker otak stadium akhir sudah menggerogotianya sejak 4 bulan lalu, dan dia menolak untuk menjalani pengobatan" kata kata yang ringan itu membuat lututku lemas, kenapa, kenapa taemin juga?.
*END FLASHBACK*
sekarang kau adalah sahabat terbaiku, taemin. Dan kau adalah cinta terindahku, onew.
(don't you cry cry cry) notteme tto uljana
(geunyoga bye bye bye bye bye) modeun-ge kkeuchijana
(don't you cry cry cry)
-MBLAQ it's war-
-------------------------------------end-------------------------------------
