imagin girl [part 3]

Aku mulai mandi, bingungkan?, tadikan aku abis mandi, auk, aku aja juga lupa.
Selesai mandi aku mulai mengenakan blue T-shirtku bertuliskan grafiti 'jonjengia', jins, dan ku gunakan jaket coklat korean stile, i'm ready
ku lihat jam tanganku, pukul 18:35, masih ada waktu melewati ceramahan appa dan eommaku.
Ketika turun, appa dan eommaku mulai membuka bentakan mereka , yah namanya juga baru liat anaknya keluar malam, masih wajar, kulihat arlojiku sudah jam 18:45 aku langsung keluar dan mengatakan
"aku mau kencan appa eomma, apakah itu tidak boleh" sambil memasang senyuman mautku, hahaha, kedua orang tuaku langsung tersenyum.
sekitar jam 18:58 kau sudah sampai di depan rumahnya, aku membunyikan klaksonku.
"annyong oppa, kau keren malam ini"
"annyog, malam ini kau terlihat sangat cantik, kaja, kita ke taman menikmati udara segar"
"ne kaukan jarang merasakanya"
mendengarnya aku menatapnya tajam
"mianhabnida oppa"
"kaja"
kamipun menuju taman kota, aku memarkir mobilku dan membelikanya ice cream.
"ini, ice cream"
"aha... Gamsahabnida oppa"
ucapnya sambil tersenyum, jantungku mulai berdetak cepat.
Kamipun berkeliling, ice creamku sudah habis tapi ice creamnya masih banyak, dia melihat ke arahku dan tertawa
"kau ini makan ice cream atau melahab ice cream" candanya sambil berjalan ke arahku, tak sengaja kakinya tersandung dan menumpahkan ice creamnya ke jaketku
"aigoo, mianhabnida oppa, sini aku bersihkan"
"ah, tidak apa apa, ini cuma jaket, permisi aku mau menaruh jaketku di mobil"
"baiklah, mianhabnida oppa"
akupun berjalan ke mobil dan mearuh jaketku di jok belakang, lalu aku berjalan ke Alicia yang ada di pinggir taman kota. Tiba tiba darahku mengalir cepat, aku membeku, aku melihat Alicia di ganggu seorang anak nakal. Akupun langsung berlari ke arahnya dan meberi bogem mentahku kepadapria itu.
"jangan pernah menyentuhnya!"
diapunberlari sambil memegang pipinya yang mulai memar
"gwenchana?"
tanyaku menanyakan keadaanya
"ne gwenchana, gamsahabnia oppa" ucapnya bergetar, akupun langsung memeluknya untuk menenangkannya.
"opp...." aku langsung memotong perkataanya
"sshh...., diam 5 menit saja agar kau tenang" dan akupun tenag memelukmu
"kaja"
"kemana?" jawabnya
"nonton di bioskop"
jawabku sambil melepas pelukanku
"ne"
akupun mulai memacu mobil ini, tidak sampai setengah jam aku sudah berada di antrian tiket, sedangkan alicia membeli pop corn dan minuman.
"kenapa kau tak suka pop corn oppa?" tanyanya setelah aku berhasil mendapatkan tiket roman film
"aku tak suka memakanya, karena rasanya membuatku mual" jawabku sambil memamerkan senyuman indahku, kulihat dia hanya diam dan mungkin terpana.
"kaja, masuk"
"ne"
sudah setengah film terputar, sekarang terputar adegan yang menegangkan, itu membuatnya sedikit terkejut dan membuatnya menumpahkan (lagi) minumanya ke bajuku.
"aigoo mianhabnida oppa aku tak sengaja"
"tidak pa pa kok"
"lebih baik kita pulang saja, daripada kau malah risih"
"ne, kaja" jawabku sedikit kecewa
kamipun pulang.
"oppa aku masuk dulu ya, mianhabnida tadi merepotkanmu"
"tidak apa apa, nice dream, mimpikkan aku ya, hehehe"
"hahaha, mimpikan aku juga ya oppa"
katanya sambil menutup pintu. Ya, kau memang selalu ada dalam mimpiku.
1minggu berlalu, keberadaanya di sisiku membuatku sangat bergantung padanya, mungkin siang ini aku akan menyatakan perasaanku.
Seperti biasanya aku menunggunya di pinggir danau tengah hutan, karena suasana yang tenang akupun tertidur.
"oppa bangun...., kau disuruh pulang appamu"
"hem... Alicia, maksudmu?" aku bingung dengan kata katanya, mungkin nyawaku belum genap
"tadi appamu telpon ke hpmu tapi kau masih tidur jadi aku yang angkat, dia tanya dimana kau, lalu aku menjawab kalu kau berada di danau tengah hutan ini, lalu dia menyuruhku untuk menyuruhmu pulang"
"MWO? Kau mengatakan keberadaanku" ucapku dengan nada yang sedikt tinggi
"ne, memang kenapa dikstra oppa?"
"kau tau, sudah lama aku bersembunyi di sini agar aku bisa tenang dari appa dan eommaku, sekarang aku sudah tidak punyatempat menenangkan diriku lagi"
"mi, mianhabnida oppa aku, aku tak tau ,hiks, aku benar benar mita maaf" ucapnya sambil menangis, amarahku redam begitu saja, babo kenapa kau memarahinya?
"mi,anhae alicia~ssi aku, tak bermaksud menyakitimu, mian aku terbawa emosi"kataku sambil memeluknya dan membelai rambutnya
"aku bodoh,aku selalu saja menyusahkanmu, mianhabnida dikstra oppa"
"tidak apa apa alicia, kau tenang ya"
"tapi oppa, kenapa kau tidak membenciku?"
akupun tersenyum
"aku tak membencimu karena......