Hari ini adalah hari terakhirku bersekolah di bulan ini, karena mulai besok akan ada liburan musim dingin, tunggu, libur?, yes berarti aku bisa bermain bersama Alicia dengan puas, aish... Kenapa lagi aku ini.
Sepulang sekolah aku menjalani rutinitasku, lari dari rumah dan bersantai di pinggir danau tengah hutan, di sini aku bisa melampiaskan amarahku terhadap kedua orang tuaku, tetapi eomma sudah mulai menunjukan kasih sayangnya padaku, mungkin ia takut kalau aku terjerumus ke dunia gelap.
"aish... Bangun Dikstra oppa"
kurasakan tubuhku bergetar karna digoncang olehnya
"bentar dulu Alicia, aku masih ngantuk" jawabku asal padahal aku hanya memejamkan mata untuk merenung
"lho, kok tau kalau aku Alicia"
"tidak ada orang yang memanggilku dikstra kecuali kamu, semua memanggilku dikkie"
"oh gitu ya, tapi nggak pa pa deh, biar aku ada ciri khasnya buat kamu"
deg....., aduh nih jantung nggak bisa diajak kompromi sedikit ya jangan sampek dia mendengarnya.
"oh... Gitu, eh main air yuk, gerah nih" ajakku untuk menenangkan suasana yang mulai agak canggung
"ne, bentar aku gulung celana ku dulu"
"ne, kaja"
"ne"
danau itu tidak terlalu dalam, di bagian 3 meter dari bibir danaupun kedalamannya cuma setengah lutut, airnya jernih. Saraf jailku mulai beraksi, aku mulai melempar air ke arah alicia, dia kaget, tapi dia langsung membalas lemparanku tadi, alhasil perang airpun tak dapat di hindarai, dan baju kami hampir basah kuyub.
"aish, oppa udahan yuk daripada orang rumah kelabakan ngira kita tenggelam di danau"
"ne, aku juga sudah capek"
kamipun meminggir tapi baru satu langkah, Alicia mendorongku, akibatnya aku terpeleset lumut yang aku injak dan jatuh, akupun mencoba duduk, sudah terlanjur basah.
"aigoo, mianhabnida oppa, gwenchana?"
"ne gwenchana"
"mianhabnida oppa"
"ne, tidak pa pa kok" jawabku sambil tersenyum, kulihat ada rona merah di wajahnya, kamipun pulang dengan keadaan basah kuyub,cuma aku sih yang basah kuyub dia nggak terlalu basah.
"oppa aku masuk dulu ya da....."
"ne, da...."
aku juga masuk ke rumahku yang berjarak 100 meter dari rumahnya.
"annyong, semua" sapaku, bukanya di balas mereka malah melihatku bingung, asih para stpam ini tidak menghirukan sapaanku. Ku abaikan mereka, dan ku telpon pembantuku untuk mebawakan handuk dengan satu dari 3 barangku yang tidak basah karena ku taruh di kursi pinggir danau sebelum kejadian itu.
Sampai di depan pintu handukku sudah menunggu kuambil handuknya dan ku minta membawakan dompet, sepatu dan hpku ke kamarku. Begitu aku masuk rumah.
"Dikkie, darimana kamu sampai basah kuyub seperti itu?"appa ku bertanya lembut, numben.
"main sama satu satunya temen yang aku punya"jawabku sambil meledek kelakuan appaku selama ini, selalu mengekangku di rumah. Appaku hanya terdiam mendengar jawabanku, dan aku angsung naik ke atas diikuti pembantuku
"nih handuknya mana barangku" ucapku sambil megulurkan handuku
"ini tuan" ku ambil ketiga barangku
"gamsahabnida"
"sama sama tuan, permisi"
aku masuk kamar dan mandi sore, setelah itu aku ganti baju dan berjalan ke balkon menikmati suasana senja, andai aku nanti bisa berkencan dengan Alicia, eh lho?,kok malah kepikiran itu sih, aku coba menelponnya, tapi memang dasar otak baboku ini tidak bekerja, gimana bisa nelpon punya nomornya aja enggak. Akupun duduk di kursidan kutaruh di meja, belum sempat aku melepasnya, hapu bergetar, kulihat ada sms
from:08914568292
hai, kau pasti bertanya aku mendapatkan nomermu dari mana
udah gitu doang?, siapa sih ni ?.
Akupun menelponnya
"yeoboseo" oh.... Ternyata dia
"oh ternyata kau, alicia~ssi"
"hehehe, bagaimana kau bisa tau?"
"suaramu terdengar jelas, dan kaulah satu satunya temanku"
"yah, mangkanya keluar rumah dong cari cari temen"
"kalau dibolehkan sudah dari dulu aku melakukanya,sayangnya appaku melarangku"
"aish.... Appamu jahat sekali"
"ne, eh kau tau nomerku darimana?"
"tadi saat kau tidur aku mengambil nomermu hehehe"
"aku tidak tidur aku hanya merenung, dan kenapa aku tak menyadarinya"
"kau tertidur pulas hingga mengigau menyanyikan reff suju walkin', masih mau mengelak?"
"yah, mungkin aku tak sadar, eh apa kau punya waktu?"
"ne, aku sedang free sekarang..."belum selesai berbicara akupun langsung memotong
"bukan sekarang tapi nanti malam, aku mau berkencan denganmu"
"mwo?"
aish.. Kenapa aku keceplosan?
"maksudku, aku ingin mengajakmu keluar nanti malam bisakan?"
"ne, aku bisa"
YES..!!!
"aku akan menjemputmu jam 7 tepat, bersiap siap ya, bey Alicia"
akupun memutus pembicaraan, tapi ada yang aneh bluethootku terkunci, hufh.... Appa pasti sedang menguping pembicaraanku tadi, angsung saja aku matikan bluethootku.
I READY TO GO..........
"halo mang, tolong siapin mobilku "mintaku pada short connect di kamarku yang tehubung ke kamarnya
"yang mana den, biru, merah, hijau, atau yang putih?
"yang biru mang, gamsahabnida"
langsung saja aku putus. Kulihat sudah jam 6 akupun langsung bersiap siap
Sepulang sekolah aku menjalani rutinitasku, lari dari rumah dan bersantai di pinggir danau tengah hutan, di sini aku bisa melampiaskan amarahku terhadap kedua orang tuaku, tetapi eomma sudah mulai menunjukan kasih sayangnya padaku, mungkin ia takut kalau aku terjerumus ke dunia gelap.
"aish... Bangun Dikstra oppa"
kurasakan tubuhku bergetar karna digoncang olehnya
"bentar dulu Alicia, aku masih ngantuk" jawabku asal padahal aku hanya memejamkan mata untuk merenung
"lho, kok tau kalau aku Alicia"
"tidak ada orang yang memanggilku dikstra kecuali kamu, semua memanggilku dikkie"
"oh gitu ya, tapi nggak pa pa deh, biar aku ada ciri khasnya buat kamu"
deg....., aduh nih jantung nggak bisa diajak kompromi sedikit ya jangan sampek dia mendengarnya.
"oh... Gitu, eh main air yuk, gerah nih" ajakku untuk menenangkan suasana yang mulai agak canggung
"ne, bentar aku gulung celana ku dulu"
"ne, kaja"
"ne"
danau itu tidak terlalu dalam, di bagian 3 meter dari bibir danaupun kedalamannya cuma setengah lutut, airnya jernih. Saraf jailku mulai beraksi, aku mulai melempar air ke arah alicia, dia kaget, tapi dia langsung membalas lemparanku tadi, alhasil perang airpun tak dapat di hindarai, dan baju kami hampir basah kuyub.
"aish, oppa udahan yuk daripada orang rumah kelabakan ngira kita tenggelam di danau"
"ne, aku juga sudah capek"
kamipun meminggir tapi baru satu langkah, Alicia mendorongku, akibatnya aku terpeleset lumut yang aku injak dan jatuh, akupun mencoba duduk, sudah terlanjur basah.
"aigoo, mianhabnida oppa, gwenchana?"
"ne gwenchana"
"mianhabnida oppa"
"ne, tidak pa pa kok" jawabku sambil tersenyum, kulihat ada rona merah di wajahnya, kamipun pulang dengan keadaan basah kuyub,cuma aku sih yang basah kuyub dia nggak terlalu basah.
"oppa aku masuk dulu ya da....."
"ne, da...."
aku juga masuk ke rumahku yang berjarak 100 meter dari rumahnya.
"annyong, semua" sapaku, bukanya di balas mereka malah melihatku bingung, asih para stpam ini tidak menghirukan sapaanku. Ku abaikan mereka, dan ku telpon pembantuku untuk mebawakan handuk dengan satu dari 3 barangku yang tidak basah karena ku taruh di kursi pinggir danau sebelum kejadian itu.
Sampai di depan pintu handukku sudah menunggu kuambil handuknya dan ku minta membawakan dompet, sepatu dan hpku ke kamarku. Begitu aku masuk rumah.
"Dikkie, darimana kamu sampai basah kuyub seperti itu?"appa ku bertanya lembut, numben.
"main sama satu satunya temen yang aku punya"jawabku sambil meledek kelakuan appaku selama ini, selalu mengekangku di rumah. Appaku hanya terdiam mendengar jawabanku, dan aku angsung naik ke atas diikuti pembantuku
"nih handuknya mana barangku" ucapku sambil megulurkan handuku
"ini tuan" ku ambil ketiga barangku
"gamsahabnida"
"sama sama tuan, permisi"
aku masuk kamar dan mandi sore, setelah itu aku ganti baju dan berjalan ke balkon menikmati suasana senja, andai aku nanti bisa berkencan dengan Alicia, eh lho?,kok malah kepikiran itu sih, aku coba menelponnya, tapi memang dasar otak baboku ini tidak bekerja, gimana bisa nelpon punya nomornya aja enggak. Akupun duduk di kursidan kutaruh di meja, belum sempat aku melepasnya, hapu bergetar, kulihat ada sms
from:08914568292
hai, kau pasti bertanya aku mendapatkan nomermu dari mana
udah gitu doang?, siapa sih ni ?.
Akupun menelponnya
"yeoboseo" oh.... Ternyata dia
"oh ternyata kau, alicia~ssi"
"hehehe, bagaimana kau bisa tau?"
"suaramu terdengar jelas, dan kaulah satu satunya temanku"
"yah, mangkanya keluar rumah dong cari cari temen"
"kalau dibolehkan sudah dari dulu aku melakukanya,sayangnya appaku melarangku"
"aish.... Appamu jahat sekali"
"ne, eh kau tau nomerku darimana?"
"tadi saat kau tidur aku mengambil nomermu hehehe"
"aku tidak tidur aku hanya merenung, dan kenapa aku tak menyadarinya"
"kau tertidur pulas hingga mengigau menyanyikan reff suju walkin', masih mau mengelak?"
"yah, mungkin aku tak sadar, eh apa kau punya waktu?"
"ne, aku sedang free sekarang..."belum selesai berbicara akupun langsung memotong
"bukan sekarang tapi nanti malam, aku mau berkencan denganmu"
"mwo?"
aish.. Kenapa aku keceplosan?
"maksudku, aku ingin mengajakmu keluar nanti malam bisakan?"
"ne, aku bisa"
YES..!!!
"aku akan menjemputmu jam 7 tepat, bersiap siap ya, bey Alicia"
akupun memutus pembicaraan, tapi ada yang aneh bluethootku terkunci, hufh.... Appa pasti sedang menguping pembicaraanku tadi, angsung saja aku matikan bluethootku.
I READY TO GO..........
"halo mang, tolong siapin mobilku "mintaku pada short connect di kamarku yang tehubung ke kamarnya
"yang mana den, biru, merah, hijau, atau yang putih?
"yang biru mang, gamsahabnida"
langsung saja aku putus. Kulihat sudah jam 6 akupun langsung bersiap siap