dikstra in:
Trrt trrrt.......
Sejak 15 menit lalu hp itu menggangguku
"aish... Mengganggu saja" kubanting dan kubuang hpku itu ke danau yang ada di sampingku. Dasar appa jahat, ketika aku perlu kasih sayangnya dia malah pergi, ketika aku ingiin istirahat dia malah menggangguku, huft.
Oh ya enalkan namaku Han Dik Stra usiaku 15 tahun,banyak yeoja bilang aku adalah namja yang lucu, dengan kulit putih dan mataku yang berwarna abu-abu, aku hidup di kalangan tinggi tanpa kasih sayang kedua orang tuaku,appaku selalu di luar negeri dan eommaku selalu pergi ke pulau kara untuk mengelola penginapan mereka.
"annyong oppa, apa kau tu jalan pulang, seprtinya aku tersesat" suara lembut itu membuatku sadar kembali. Kulihat dia, imut, cantik dan mungkin tingginya se bahuku.
"ne, dimana rumahmu"
katakuu sambil berdiri dari tidurku
"aku tinggal di eiffel street"
"oh, rumahku juga di sana, tapi aku tidak pernah melihatmu?"
"memang oppa kapan ke luar rumah selain sekolah dan pergi berwisata"
"hehehe...... Mianhe, kaja...!"
kamipun mulai keluar area hutan ini.
"oh ya Han Dik Stra imnida, kau?"
"alice liau imnida, namamu lucu Han Dik Stra oppa"
ucapnya sambil tersenyum
dan itu membuatku spot jantung
"aish, panggi saja nama belakangku"
"baiklah dikstra oppa, eh itu rumahku aku pulang dulu ya gamsahabnida oppa, panggil saja aku alicia"
"ok"
akupun membuka gerbang rumahku dan masuk rumah.
"kemana saja kau dikkie..."
sudah ku duga appa dan eommaku akan mulai cerewet, aku bukanya mendengarnya malah membayangkan senyuman alicia tadi,dan akhirnya jantungku berdetak 2x lebih cepat. Mereka berdua sudah berhenti berbicara
"sudah...?, kenapa kalian tidak mellhat diri kalian, mengapa menghawatirkanku, urus saja bisnis kalian, tak perlu menghawatirkan hidupku, itukan yang kalian lakukan selama 10 tahun terakhir!!"
tak kupedulikan lagi mereka yang diam karena ucapanku, aku naik ke kamarku di lantai 2.
Ku buang tubuhku ke ranjang dan memajamkan mataku. Lalu yg muncul malah senyuman yeoja yang bernama alicia tadi, akibatnya jantungku berdetak 2x lebih cepat lagi,
"aish...kalau begini terus aku bisa gila karena yeoja itu" kataku dalam hati, karena masih siang aku mencoba untuk menemuinya di rumahnya.
Tok tok tok
"nugu?" aku medengar suara alicia di dalam, berarti ia ada di dalam
"dikstra, bolehkah aku masuk?"
"oh sebentar oppa"
ucapnya terdengar bersemangat, beberapa saatpun pintu terbuka, pertama yg kulihat adalah senyumannya, aish... Aku mulai lagi
"hay alicia, kenapa rumahmu sepi?"
"oh masuklah oppa, kedua orangtuaku sedang mengujungi neneku di korea"
"oh...."
"mengapa oppa datang ke mari?"
"aku hanya ingin berkunjung dan ingin melihatmu"
aigoo kenapa keceplosan --"
"mwo?" ucapnya dan kulihat ada rona merah di wajahnya
"na na mianhae, maksudku aku ingin melihat lihat keluargamu"
"oh... Begitu, ku kira" kulihat wajahnya sedikit murung
"bagaimana kalau kita bermain" usulku untuk menceriakanya
"ne, tapi di dalam rumah ya oppa, bagaimana kalau kita bermain nintendo wii milik dongsaengku, kita bermain furu-furu park, crazy climber atau yg lainya?"
"baiklah"
"kaja"
kami berdua pun bermain bersama hingga lupa waktu, au suka melihatnya tertawa ketika mengalahkanku di Deca Sport perlombaan ice skiting, aku juga suka meledaknya jika ia kalah melawanku di Konoha Ninja Naruto.
"ah... Oppa curang melawanku dengan tipe serang jarak jauh, akukan menggunakan tipe serang jarak dekat" komentarnya sambil merengek
"hahaha tukeran nih" jawabku sambil menyerahkan wii remoteku, mesku tadi aku sempat memenangkan 2 ronde tapi tetap saja aku yang menggunakan rock lee menang darinya yang menggunakan sasori. Hp cadanganku yang sempat kubawa bergetar tak sengaja kulihat touch screenya menunjukan jam 17:37, aish... Aku lupa waktu
"mianhae alicia, sudah sore aku pulang dulu ya"
"ne oppa, tapi lihat saja besok aku akan mengalahkanmu" ucapnya sambil mengacungkan jempol
"ne ku terima tantanganmu" jhawabku sambil mengeluarkan dam membalik lidahku, dia hanya tertawa melihatnya. Akibatnya, spot jantung lagi, huft......
Sesampainya di rumah eomma langsung menarikku ke kamar sesampainya di kamar eomma lasung bicara
"cepat mandi, daripada appamu mulai banyak bicara"
"gomao eomma" ucapku menunjukan jajaran gigiku yang bersih
"aish... Dimana rasa sopanmu"jawabnya sambil menjitak kepalaku
"aduh... Mianhabnida eomma, aku keceplosan tadi maksudku gamsahabnida"
sudah sana cepat mandi
"baik eomma"
tak henti hentinya aku memikirkan alicia, tapi apa aku benar benar menyukai yeoja, yang dengan lancangnya langsung memanggilku oppa saat pertama bertemu, aish.... mungkin aku sudah mulai gila. tapi aku tidak siap jika nanti dia hilang dariku, memang aku bukan siapa-siapanya, tapi setiapmelihatnya aku merasa semua masalahku lenyap begitu saja.
mungkin ini yang dinamakan cinta
Trrt trrrt.......
Sejak 15 menit lalu hp itu menggangguku
"aish... Mengganggu saja" kubanting dan kubuang hpku itu ke danau yang ada di sampingku. Dasar appa jahat, ketika aku perlu kasih sayangnya dia malah pergi, ketika aku ingiin istirahat dia malah menggangguku, huft.
Oh ya enalkan namaku Han Dik Stra usiaku 15 tahun,banyak yeoja bilang aku adalah namja yang lucu, dengan kulit putih dan mataku yang berwarna abu-abu, aku hidup di kalangan tinggi tanpa kasih sayang kedua orang tuaku,appaku selalu di luar negeri dan eommaku selalu pergi ke pulau kara untuk mengelola penginapan mereka.
"annyong oppa, apa kau tu jalan pulang, seprtinya aku tersesat" suara lembut itu membuatku sadar kembali. Kulihat dia, imut, cantik dan mungkin tingginya se bahuku.
"ne, dimana rumahmu"
katakuu sambil berdiri dari tidurku
"aku tinggal di eiffel street"
"oh, rumahku juga di sana, tapi aku tidak pernah melihatmu?"
"memang oppa kapan ke luar rumah selain sekolah dan pergi berwisata"
"hehehe...... Mianhe, kaja...!"
kamipun mulai keluar area hutan ini.
"oh ya Han Dik Stra imnida, kau?"
"alice liau imnida, namamu lucu Han Dik Stra oppa"
ucapnya sambil tersenyum
dan itu membuatku spot jantung
"aish, panggi saja nama belakangku"
"baiklah dikstra oppa, eh itu rumahku aku pulang dulu ya gamsahabnida oppa, panggil saja aku alicia"
"ok"
akupun membuka gerbang rumahku dan masuk rumah.
"kemana saja kau dikkie..."
sudah ku duga appa dan eommaku akan mulai cerewet, aku bukanya mendengarnya malah membayangkan senyuman alicia tadi,dan akhirnya jantungku berdetak 2x lebih cepat. Mereka berdua sudah berhenti berbicara
"sudah...?, kenapa kalian tidak mellhat diri kalian, mengapa menghawatirkanku, urus saja bisnis kalian, tak perlu menghawatirkan hidupku, itukan yang kalian lakukan selama 10 tahun terakhir!!"
tak kupedulikan lagi mereka yang diam karena ucapanku, aku naik ke kamarku di lantai 2.
Ku buang tubuhku ke ranjang dan memajamkan mataku. Lalu yg muncul malah senyuman yeoja yang bernama alicia tadi, akibatnya jantungku berdetak 2x lebih cepat lagi,
"aish...kalau begini terus aku bisa gila karena yeoja itu" kataku dalam hati, karena masih siang aku mencoba untuk menemuinya di rumahnya.
Tok tok tok
"nugu?" aku medengar suara alicia di dalam, berarti ia ada di dalam
"dikstra, bolehkah aku masuk?"
"oh sebentar oppa"
ucapnya terdengar bersemangat, beberapa saatpun pintu terbuka, pertama yg kulihat adalah senyumannya, aish... Aku mulai lagi
"hay alicia, kenapa rumahmu sepi?"
"oh masuklah oppa, kedua orangtuaku sedang mengujungi neneku di korea"
"oh...."
"mengapa oppa datang ke mari?"
"aku hanya ingin berkunjung dan ingin melihatmu"
aigoo kenapa keceplosan --"
"mwo?" ucapnya dan kulihat ada rona merah di wajahnya
"na na mianhae, maksudku aku ingin melihat lihat keluargamu"
"oh... Begitu, ku kira" kulihat wajahnya sedikit murung
"bagaimana kalau kita bermain" usulku untuk menceriakanya
"ne, tapi di dalam rumah ya oppa, bagaimana kalau kita bermain nintendo wii milik dongsaengku, kita bermain furu-furu park, crazy climber atau yg lainya?"
"baiklah"
"kaja"
kami berdua pun bermain bersama hingga lupa waktu, au suka melihatnya tertawa ketika mengalahkanku di Deca Sport perlombaan ice skiting, aku juga suka meledaknya jika ia kalah melawanku di Konoha Ninja Naruto.
"ah... Oppa curang melawanku dengan tipe serang jarak jauh, akukan menggunakan tipe serang jarak dekat" komentarnya sambil merengek
"hahaha tukeran nih" jawabku sambil menyerahkan wii remoteku, mesku tadi aku sempat memenangkan 2 ronde tapi tetap saja aku yang menggunakan rock lee menang darinya yang menggunakan sasori. Hp cadanganku yang sempat kubawa bergetar tak sengaja kulihat touch screenya menunjukan jam 17:37, aish... Aku lupa waktu
"mianhae alicia, sudah sore aku pulang dulu ya"
"ne oppa, tapi lihat saja besok aku akan mengalahkanmu" ucapnya sambil mengacungkan jempol
"ne ku terima tantanganmu" jhawabku sambil mengeluarkan dam membalik lidahku, dia hanya tertawa melihatnya. Akibatnya, spot jantung lagi, huft......
Sesampainya di rumah eomma langsung menarikku ke kamar sesampainya di kamar eomma lasung bicara
"cepat mandi, daripada appamu mulai banyak bicara"
"gomao eomma" ucapku menunjukan jajaran gigiku yang bersih
"aish... Dimana rasa sopanmu"jawabnya sambil menjitak kepalaku
"aduh... Mianhabnida eomma, aku keceplosan tadi maksudku gamsahabnida"
sudah sana cepat mandi
"baik eomma"
tak henti hentinya aku memikirkan alicia, tapi apa aku benar benar menyukai yeoja, yang dengan lancangnya langsung memanggilku oppa saat pertama bertemu, aish.... mungkin aku sudah mulai gila. tapi aku tidak siap jika nanti dia hilang dariku, memang aku bukan siapa-siapanya, tapi setiapmelihatnya aku merasa semua masalahku lenyap begitu saja.
mungkin ini yang dinamakan cinta